Senin, 24 Oktober 2011

Ku berkata tentang CINTA
Jika cinta diciptakan untuk kebahgiaan
Kenapa masih ada kesedihan..??
Jika cinta diciptakan untuk kedamaian
Kenapa, mesti harus ada pertengkaran..??
Dan jika Cinta kau berikan untuk kasih sayang
Mengapa masih ada kebenciaan..??
          Layakah manusia dibumi ini memiliki Cinta,
          Ketika kebiadapan, pengihanatan, kedzoliman semakin merajalela
          Adakah hati para insan di hari ini tertanam  CINTA..??
          Jika orang-orang kecil disana hidup dengan kekurangan
          Dan kehinaan, dimanakah CINTA hari ini..??
Apa makna cinta yang sesungguhnya..??
Bagaimana Kau gunakan Cinta dalam Hidup mu..??
Dan sadarilah bahwa sesungguhnya kaya akan cinta,
Tidak menjamin ia mengasihi dan menyayangi kita,
Namun dengan kasih dan sayang, Cinta Pasti akan Mengikuti,
Dan tertanam subur dalam hati.
          Rasa CINTA pupuklah dengan Kasih sayang
          Tanamkanlah CINTA pada Qolbu
          Sirami selalu CINTA mu dengan Kesabaran dan Keikhlasan
          Niscaya kau akan mendapatkan CINTA yang Haqiqi dari Tuhanmu.
         

Kamis, 20 Oktober 2011

Senja yang mendung...
Malam ku impikan perempuan yang paling berjasa dalam hidupku, pergi untuk selamnya..
Hingga dalam tidurku ku tak merasakn ketenangan dan kedamaian,
Tak mampu mata ini beralih dari bayangan wajahnya
Selalu ku lihat senyum terindahnya, selalu kubayangkan belaian tangannya,
Dan sayangnya dalam mimpi itu kenapa kau harus pergi,
Kau tinggalkan teteh dan ade
Kau lepaskan genggaman tanganmu dari tangan kami
Kau pergi,,pergi bersmama tirai putih dan lafad tauhid
Mimpi itu sangat menyedihkan dan menakutkan
Karena jiga dalam kenyataan sungguh ku belum mampu untuk melepasmu
Rabb,,,,semua ini sungguh hanya milikMu
Namun ijinkan akau untuk membahagiakan titipanMu terlebih dahulu
Ijinkan aku untuk mewujudkan mimpinya dulu
Aku mohon, ijin kan hamba menjadi anak yang solehah dan membahagaikan ia
Atas ridho dan kehendak Mu
Aku inign itu robb,,,walahaula walakuwwata illabilahil aliyiladzim..!!
KATA-KATA MUTIARA
Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri.

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.

Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya…

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.

Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur - disakiti, diperhatikan - dikecewakan, didengar - diabaikan, dibantu - ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.

Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis. Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.

Ingatlah kapan terakhir kali kamu berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping kamu ?? Siapa yang mengasihi kamu saat kamu merasa tidak dicintai ?? Siapa yang ingin bersama kamu saat kamu tak bisa memberikan apa-apa ??




by: Deniner's

inilah aku,,
terkadang aku sendiri tak memahami inginku sendiri, jarang ku bercerita suatu kejadiaan yang kualami pada yang lain, namun kenapa hati tak mendukung akan keputusan seperti itu,
terkdang semuanya menuntut agar lisan ini untuk selalu berucap tentang hidup
namun, sayang hanya padaNya ku beran mencurahkan.